Oleh : Ust. Rahmat Abdullah
Tapi ada dua hal juga yang mesti kita lupakan.
Kebaikan diri kita kepada orang lain dan keburukan orang lain pada diri kita…
Allah berfirman: “Sesungguhnya, Aku ciptakan langit
dan bumi ini, wahai manusia, buat kamu untuk berfikir, untuk menelaah bagaimana
kamu menjalani hidup ini”.
Ya ayuhal ikhwah, antum perhatikan bagaimana Allah telah
menciptakan batu dan air yang mengalir di sungai ini. Antara batu dan air tidak
ada pertikaian diantara mereka. Batu tidak pernah mengatakan, hai air kenapa
bunyimu terlalu keras, atau air mempersoalkan batu, kenapa kau ada disini.
Tidak ada persengketaan diantara mereka. mana hak saya… mana kewajiban kamu… tapi
kenapa kita tidak mau mengambil ibroh dari batu dan air? kenapa kita mulai
bercerai-berai, memikirkan ini hakku… ini hak saya… Ini kewajibanku… Itu
kewajibanmu… Malu kita semua pada batu dan air! ini saatnya antum semua
bersatu, bekerjasama dalam ukhuwah Islamiyah… Allahu Akbar!
Jangan sampai nanti orang-orang tarbiyah dibenci
karena orientasi kekuasaan. Dia tidak boleh berbangga dengan bangunannya, lalu
tertidur-tidur tidak pernah mengurus urusan hariannya. Tetap dia harus kembali
pada akar masalahnya, akar tarbiyahnya, mahabbin, tempat kancah dia dibangun.
Nah akhi, tantangan dakwah seperti itu. diuji dengan
kesusahan… dicoba dengan penderitaan… in
sya Allah kita kuat. Tapi jika diuji oleh Allah dengan kenikmatan, ini yang
kita mesti hati-hati. antum mesti sabar… ikhlas… ingetin terus temen-temen
antum, jangan seperti monyet… (serakah)
Kendor ga kendornya dakwah ini kita lihat dari asal
muasalnya. Dakwah ini kan ibarat kita lagi buka lahan sawah. kita cari benih
yang baik.. kita cari lahan yang baik.. kemanapun kita cari. nah, kalo dapet
benih.. kita tabur deh tuh ke padang yang baik juga. nah sekarang udah
kita tanam, kita masukin aer, nah ketika aer masuk.. ada yang dateng, belut yang dateng. persoalanya kita mau sibuk sama sawah apa mau sibuk sama belut..?
kita tanam, kita masukin aer, nah ketika aer masuk.. ada yang dateng, belut yang dateng. persoalanya kita mau sibuk sama sawah apa mau sibuk sama belut..?
Kalau uang udah habis, minta aja lagi sama Allah. kalau
uang udah mau abis.. itu berarti rejeki udah mau dateng lagi. kayak sumur aja,
kalau sumur kering, berarti ujan udah mau dateng.
Setiap marhalah itu ada rijalnya, ada masalahnya. jadi masing-masing kita ada cobaannya dari Allah subhanahu wa taala, begitu juga dakwah kita. Obatnya adalah kesabaran, keikhlasan antum, pengorbanan temen-temen dan kita kembali ke asholah dakwah ini..
Setiap marhalah itu ada rijalnya, ada masalahnya. jadi masing-masing kita ada cobaannya dari Allah subhanahu wa taala, begitu juga dakwah kita. Obatnya adalah kesabaran, keikhlasan antum, pengorbanan temen-temen dan kita kembali ke asholah dakwah ini..
Seonggok kemanusiaan terkapar. siapa yang mengaku
bertanggung jawab? Bila semua pihak menghindar, biarlah saya yang
menanggungnya, semua atau sebagiannya…

0 Response to "Nasihat untuk kader dakwah"
Posting Komentar